BERCEKAK PINGGANG DI GALA PUNCAK
Bercekak Pinggang di Gala Puncak
Sudah lama tidak posting di blog Ceritailo ini. Hidup di Balikpapan, Kalimantan Timur, tidak menganggur, banyak acara yang kadang "Ouh, gini ya hidup. Sudah apa ya."
Saat ini berkesempatan, mengisi kembali blog, merangkai kata demi kata, membentuk kalimat, mengurai cerita masa lalu yang telah dilewati, dan kadang doa harapan sekarang dan masa mendatang, Kamis 5 November 2026, pagi pukul 09.00 Wita.
Sebelum menulis blog ini, sempat di depan rumah, di jalan Gang Gala Puncak, Perum Pesona Bukit Batuah Balikpapan, bercekak pinggang.
Mata memandang sekeliling tanah merah yang kosong tiada lagi pohon-pohon buah dan kayu-kayuan. Lahan sudah botak, gundul tak tersisa, dijadikan lahan komersil untuk bangun rumah.
Pandangan mata yang tak kantuk lagi, pikiran membayangkan, mengangkat lagi rasa belum ikhlas, hutan Gala Puncak dibabat jadi kacau balau.
"Duh dulu banyak pohon asri adem, seringkali melihat satwa liar tupai dan ular ke sana-kemari, denger kicau burung yang nikmat, asyik sekali Gala Puncak."
Tak lama kemudian, melupakan masa lalu itu.
Mengambil lembaran aktivitas sapu, membersihkan daun-daun yang tergeletak di jalan Gang Gala Puncak Perum Pesona Bukit Batuah, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan.
Daun banyak berserakan di jalan beton, sudah seminggu tak disapu. Andai ini lembaran uang rupiah, tak perlu lama, langsung bersih sih.
Orang lalu-lalang, melihat orang menyapu jalan dengan stelan kaos oblong putih robek-robek, celana pendek abu-abu, aduh, pasti dituduh, orang lusuh, pagi tidak ada kerja, tidak pergi ke kantor, dibilang pengguran kalik. Tapi tak apalah, fakta yang nanti menjelaskan. Asyik.
Sekitar 30 menit, sapu jalan seputaran depan rumah, lanjut cuci tangan dan kaki, bersihkan diri, lalu duduk depan laptop, dan akhirnya menjatuhkan menulis blog yang telah lama tak terisi.
Tidak lama kemudian, hujan turun, mengundang kantuk, pergi ke ranjang, tidur lagi hihihi

Komentar
Posting Komentar